ZAKAT DAN SYARAT-SYARAT ZAKAT
1. Pengertian Zakat • Secara bahasa: Zakat berasal dari kata zakā yang berarti suci, berkembang, dan berkah. • Secara istilah: Zakat adalah sejumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh seorang Muslim atau badan usaha untuk diberikan kepada orang-orang yang berhak (mustahik) sesuai dengan ketentuan syariat Islam. • Menurut UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat (Pasal 1): “Zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang Muslim atau badan usaha untuk diberikan kepada yang berhak menerima sesuai dengan syariat Islam.”
2. Dasar Hukum Zakat 1. Al-Qur’an o QS. At-Taubah ayat 103: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka...” o QS. Al-Baqarah ayat 267: “Wahai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik...” 2. Hadis o Rasulullah SAW bersabda: “Islam dibangun atas lima perkara: bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan menunaikan haji bagi yang mampu.” (HR. Bukhari-Muslim). 3. Hukum Positif di Indonesia o UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. o PP No. 14 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan UU Zakat. o Peraturan Menteri Agama No. 52 Tahun 2014 tentang Syarat dan Tata Cara Penghitungan Zakat Mal dan Zakat Fitrah.
3. Tujuan Zakat 1. Membersihkan jiwa dan harta dari sifat kikir. 2. Membantu fakir miskin dan mustahik. 3. Mendistribusikan harta agar tidak menumpuk pada golongan tertentu. 4. Membentuk solidaritas sosial umat Islam. 5. Menjadi instrumen ekonomi Islam untuk kesejahteraan umat.
4. Jenis-Jenis Zakat A. Zakat Fitrah • Zakat yang wajib ditunaikan oleh setiap Muslim pada bulan Ramadhan hingga sebelum shalat Idul Fitri. • Besarannya setara dengan 1 sha’ (± 2,5–3 kg beras/makanan pokok) per jiwa. B. Zakat Mal (Harta) Zakat yang dikenakan atas harta dengan syarat tertentu (mencapai nisab dan haul). Jenisnya: 1. Zakat emas, perak, dan logam mulia. 2. Zakat uang/surat berharga. 3. Zakat perdagangan/perusahaan. 4. Zakat pertanian dan perkebunan. 5. Zakat peternakan. 6. Zakat hasil tambang. 7. Zakat rikaz (harta temuan).
5. Rukun Zakat 1. Muzakki (orang yang wajib berzakat). 2. Harta (mal) yang dizakati. 3. Mustahik (orang yang berhak menerima zakat). 4. Penyerahan zakat (niat + distribusi).
6. Syarat-Syarat Zakat A. Syarat Muzakki (pemberi zakat) • Muslim, merdeka, baligh, berakal. • Memiliki harta yang mencapai nisab (batas minimal wajib zakat). • Kepemilikan harta penuh (milik sah). • Harta melebihi kebutuhan pokok (harta lebih/kelebihan). • Berlalu satu haul (1 tahun hijriyah) untuk zakat mal tertentu (emas, perak, uang, perdagangan). B. Syarat Harta (Mal) yang Wajib Dizakati 1. Milik penuh dan sah. 2. Bernilai ekonomis. 3. Berkembang (dapat diproduktifkan). 4. Mencapai nisab (batas minimal). 5. Melebihi kebutuhan pokok. 6. Bebas dari hutang mendesak. 7. Berlalu haul (untuk harta tertentu, kecuali pertanian yang wajib saat panen). C. Syarat Mustahik (penerima zakat) Menurut QS. At-Taubah ayat 60, ada 8 golongan penerima zakat (ashnaf tsamaniyah): 1. Fakir. 2. Miskin. 3. Amil zakat. 4. Muallaf (yang baru masuk Islam). 5. Riqab (memerdekakan budak). 6. Gharimin (orang yang berhutang karena kebutuhan). 7. Fi sabilillah (orang yang berjuang di jalan Allah). 8. Ibnu sabil (musafir yang kehabisan bekal).
7. Nisab dan Kadar Zakat A. Zakat Fitrah • Besaran: 1 sha’ (± 2,5–3 kg beras atau makanan pokok per jiwa). B. Zakat Mal (contoh beberapa nisab & kadar) 1. Emas & Perak → nisab 85 gram emas, kadar 2,5%. 2. Uang/Surat Berharga → setara 85 gram emas, kadar 2,5%. 3. Perdagangan → setara 85 gram emas, kadar 2,5%. 4. Pertanian → nisab 653 kg gabah (520 kg beras), kadar 10% (tanpa biaya irigasi) atau 5% (dengan biaya). 5. Peternakan: o Kambing/Domba → nisab 40 ekor, zakat 1 ekor. o Sapi/Kerbau → nisab 30 ekor, zakat 1 ekor anak sapi. o Unta → nisab 5 ekor, zakat 1 ekor kambing.
8. Pengelolaan Zakat di Indonesia • UU No. 23 Tahun 2011 menegaskan bahwa zakat dikelola oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) resmi yang mendapat izin dari Kementerian Agama. • Pemerintah mendorong digitalisasi zakat melalui platform online (aplikasi BAZNAS, e-zakat, QRIS). • Penguatan zakat produktif → zakat tidak hanya untuk konsumtif (makanan, bantuan langsung), tetapi juga untuk pemberdayaan ekonomi umat. • Laporan pengelolaan zakat diaudit secara syariah dan keuangan demi transparansi.
9. Hikmah Zakat 1. Menyucikan jiwa dari sifat kikir. 2. Membersihkan harta dan menjadikannya berkah. 3. Membantu fakir miskin dan mengurangi kesenjangan sosial. 4. Meningkatkan solidaritas dan ukhuwah Islamiyah. 5. Membangun keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.
10. Kesimpulan Zakat adalah kewajiban pokok umat Islam yang memiliki dimensi ibadah dan sosial. Dengan pengaturan terbaru di Indonesia, zakat dikelola secara profesional, transparan, dan produktif melalui BAZNAS dan LAZ. Pemahaman syarat zakat (muzakki, harta, mustahik, nisab, haul) sangat penting agar zakat benar-benar sah, tepat sasaran, dan memberi kemaslahatan luas bagi umat.
Tata Cara Zakat Lengkap
1. Niat dan Kesadaran Wajib Zakat • Zakat hukumnya wajib bagi setiap muslim yang memenuhi syarat. • Syarat wajib zakat: o Muslim. o Merdeka. o Memiliki harta yang mencapai nisab (batas minimal). o Harta dimiliki penuh & berkembang. o Berlalu haul (1 tahun hijriah) untuk zakat mal, kecuali zakat pertanian/hasil panen yang dikeluarkan saat panen.
2. Menentukan Jenis Zakat • Zakat Fitrah → wajib bagi setiap muslim menjelang Idulfitri. • Zakat Mal (Harta), antara lain: o Zakat emas/perak & logam mulia. o Zakat uang/surat berharga/tabungan. o Zakat perdagangan & perusahaan. o Zakat hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan. o Zakat hasil peternakan. o Zakat hasil pendapatan/profesi. o Zakat rikaz (harta temuan).
3. Menghitung Besaran Zakat • Zakat Fitrah: 2,5 kg beras/makanan pokok per jiwa atau setara uang sesuai harga beras lokal. • Zakat Mal: 2,5% dari harta yang sudah mencapai nisab & haul (kecuali zakat pertanian yang 5%–10% dari hasil panen), zakat rikaz 20% • Nisab & kadar zakat ditetapkan oleh Kemenag/BAZNAS tiap tahun mengikuti harga emas & bahan pokok terbaru.
4. Menyalurkan Zakat • Bisa disalurkan melalui: o Amil resmi: BAZNAS, LAZ (Lembaga Amil Zakat) yang terdaftar di Kemenag. o Langsung kepada mustahik (penerima zakat) dengan syarat tepat sasaran. • Mustahik zakat ada 8 golongan (asnaf) sesuai Al-Qur’an (QS. At-Taubah: 60): Fakir, Miskin, Amil, Muallaf, Riqab, Gharimin, Fi Sabilillah, Ibnu Sabil.
5. Pembayaran & Bukti • Jika melalui amil resmi: o Mendapatkan bukti setoran zakat (resmi dari BAZNAS/LAZ). • Jika langsung: o Dianjurkan tetap melibatkan amil agar lebih terkoordinasi & adil.
6. Doa & Niat Saat Membayar • Saat mengeluarkan zakat, niatkan karena Allah SWT. • Dianjurkan membaca doa ketika menyerahkan zakat agar mendapat keberkahan.
7. Pengelolaan & Pemanfaatan • Amil (BAZNAS/LAZ) bertugas mengumpulkan, mengelola, dan menyalurkan zakat. • Pemanfaatan zakat diarahkan tidak hanya konsumtif (bantuan langsung) tapi juga produktif (pemberdayaan ekonomi umat).
8. Pengawasan • Dilakukan oleh BAZNAS, Kemenag, dan masyarakat. • Agar zakat benar-benar sampai kepada mustahik yang berhak.
Ringkasan Alur Tata Cara Zakat 1. Pastikan diri wajib zakat (muslim, nisab, haul). 2. Tentukan jenis zakat (fitrah/mal). 3. Hitung besaran zakat sesuai nisab & ketentuan. 4. Serahkan zakat melalui amil resmi (BAZNAS/LAZ) atau langsung ke mustahik. 5. Dapatkan bukti setoran zakat jika melalui amil. 6. Niat & doa ikhlas karena Allah. 7. Zakat dikelola untuk kebutuhan konsumtif & produktif umat. 8. Diawasi oleh BAZNAS, Kemenag, dan masyarakat.
Informasi Lebih lanjut dapat Hubungi Konsultan Kami.